Rabu, 20 April 2016

Teks Biografi : Dalai Lama

Biografi Tokoh :

                                                              Dalai Lama

                           Hasil gambar untuk dalai lama

        Dalai Lama lahir pada tanggal 6 Juli 1935. Beliau adalah Pemimpin Agama Budha di Tibet. Ia juga seseorang spiritual, karismatik, dan toleran. Ia mengambil jalan tengah untuk perdamaian Cina dan Tibet. Pada tahun 1989,  Dalai Lama mendapat Nobel Penghargaan Perdamaian Dunia. Dalai Lama adalah nama dari suatu gelar dalam agama budha, layaknya Paus Paulus, gelar nama ini diturun temurunkan dan kini telah mencapai turunan ke-14. dipercaya sebagai reinkarnasi Dalai lama terdahulu.Nama lain Dalai Lama Adalah  Tenzin Gyatso dan terlahir dengan nama Lhamo Thondup. Bagi pemerintah Cina dan sebagian besar warga Dalai Lama dianggal sebagai pendorong kekerasan dan pembela masyarakat terbelakang yang brutal dan bersifat teokratis. Namun bagi banyak politisi dan warga negara-negara barat, dia adalah pahlawan murah senyum, guru spiritual dan politik. Dengan jubah berwarna mencorong dilengkapi dengan kacamata model kuno, Dalai Lama sudah beribu-ribu kali diambil fotonya. Bagi sebagian orang dia sejajar dengan tokoh internasional lain, Nelson Mandela. Mereka yang pernah bertemu dengan Dalai Lama menggambarkan tokoh ini memiliki karisma pribadi yang ketat.
         Dalai Lama dipercaya sebagai perwujudan Sang Budha yang bereinkarnasi untuk melayani manusia. Dalai Lama masuk usia sekolah pada usia 6 tahun dan menamatkan tingkatan Geshe Lharampa Degree (Doktor dalam Filsafat Budha) ketika berusia 25 tahun. Dia di kenal sebagai pemuda yang cerdas, sehingga pada usia 16 tahun sudah memegang jabatan politik sebagai kepala negara dan pemerintahan Tibet. Saat ia naik sebagai pemimpin negar, hubungan Cina dengan Tibet memburuk akibat ancaman Cina untuk menduduki Tibet. Ancaman tersebut menjadi kenyataan tahun 1959. Dalai Lama kemudian mengungsi ke India dan tinggal di Dharmasala dan memimpin pemerintahan di pengasingan. Himbauannya kepada PBB akhirnya menghasilkan tiga resolusi Majelis Umum PBB tahun 1959, 1961, dan 1965. Tahun 1963 ia mengumumkan rancangan konstitusi negara demokratik Tibet. Dia kemudian membentuk lembaga-lembaga pendidikan, kultural, keagamaan agar identitas masyarakat Tibet tetap terjaga. Dalam Kongres Hak Asasi Manusia tahun 1987, ia mengusulkan lima poin rencana perdamaian sebagai langkah awal untuk merumuskan masa depan Tibet. Tanggal 15 Juni 1988 Di Strasbourg Prancis, ia mengelaborasi rencana pembentukan Tibet sebagai pemerintahan yang merdeka namun tetap berhubungan dengan Cina.Dalai Lama di kenal luas oleh dunia karena sering melakukan pertemuan dan berbicara dengan para pemimpin dunia. Dia banyak mengunjungi berbagai negara termasuk Indonesia, juga banyak bertemu dengan tokoh-tokoh berbagai agama di negara yang dikunjunginya. Beberapa universitas terkemuka juga memberikan gelar kehormatan Doktor honoriscausa atas jasa-jasanya menyerukan dan mengkampanyekan perdamaian dunia.
          Dalai Lama pergi ke India dengan berjalan kaki, sambil diikuti puluhan ribu pengikutnya. Kini rumah  pemerintahan Tibet adalah di pengasingan. Di pengasingan inilah Dalai Lama memulai tugasnya untuk menolong orang-orang Tibet dalam pengasingan serta tetap menjaga kemurnian kultur Tibet. Beliau membuat sistem untuk mengedukasi anak-anak Tibet dalam hal bahasa dan kultur, serta mendirikan Institut kebudayaan Tibet. Dan beliau memberitahu publik dunia tentang kondisi sulit yang dihadapi oleh warga Tibet. Beliau mengajukan permintaan keadilan kepada PBB dan membujuk Dewan Umum untuk memberikan resolusi perlindungan terhadap orangorang Tibet pada tahun 1959,1961, dan 1965. Beliau telah bertemu dengan sejumlah pemimpin politik dan pemimpin religius di seluruh dunia, antara lain mengunjungi Paus John Paul II. Pemerintah China berulang kali mencoba mendiskreditkan Dalai Lama dan menghapus segala hal yang berhubungan dengannya, namun semangat para pengikutnya tidak pernah pudar. Pada sebuah kesempatan pertemuan Dalai Lama dengan para pengikutnya di Dharamsala, beliau berpidato, “Ini adalah masa-masa yang paling sulit bagi kita semua. Namun begitu, dalam masa-masa sulit ini, kalian tidak boleh kehilangan harapan. Jangan pernah kehilangan keyakinan pada kebenaran. Pada akhirnya, semua akan baik-baik saja.” Kemudian beliau menyalami para pengikutnya satu persatu. Pada kesempatan lainnya, seorang biksu muda datang dari tempat yang sangat jauh untuk menemui Dalai Lama. Ketika akhirnya biksu itu bertatap muka dengan Dalai Lama, beliau langsung memeluk biksu muda itu mengusap kepalanya seolah-olah sedang bersama keponakan beliau. Inilah cara Dalai Lama mencoba merespon emosi orang-orang yang ingin bertemu dengannya, emosi yang timbul dari persepsi orang-orang terhadap kekuatan harapan dan inspirasi seorang Dalai Lama. Beliau merekomendasikan “Jalan Tengah” sebagai solusi atas masalah Tibet-China. Pada 1987, Beliau mengajukan 5 poin kesepakatan, di mana beliau mengumumkan bahwa wilayah Tibet sebagai wilayah kedamaian. Beliau juga meminta untuk menghentikan pemindahan massal orang China (suku Han) ke wilayah Tibet. Beliau mendapat penghargaan berupa Nobel Perdamaian pada tahun 1989 untuk konsistensi beliau dalam melawan penindasan terhadap Tibet. China, bagaimanapun, tidak terlalu antusias dengan penghargaan tersebut, dan tetap melihat Dalai Lama sebagai ancaman separatis. Walaupun begitu, Dalai Lama terus mencoba untuk bisa berdialog dengan China. Pembicaraan antara kedua belah pihak berakhir pada tahun 1993, dan kemudian tidak ada dialog lagi selama hampir satu dekade. Namun pada September 2002, perwakilan dari Dalai Lama melakukan perjalanan ke Beijing dan Lhasa untuk memecah kebuntuan. Diskusi antara kedua belah pihak berjalan, namun tetap tidak menunjukkan kemajuan yang substansial.
         Dalai Lama adalah salah satu orang yang berani mengorbankan jiwa dan raganya hanya untuk memperjuangkan perdamaian rakyat Tibet dan China. Dalai Lama memang patut jikan diberi Nobel Penghargaan Perdamaian Dunia karena perjuangannya tersebut.